PADVINDERY
SEWAKTU masih bersekolah di Taman kanak-kanak, aku pernah diajak ikutan yang namanya Padvindery. Sekarang bernama Kepanduan alias Pramuka. Lokasinya di halaman belakang susteran di kota Malang, di tepian Kali Brantas.
Ketika sedang asik latihan sambil bernyanyi-nyanyi, tiba-tiba kami disuruh duduk bersila di rerumputan. Kemudian datang beberapa anak-anak bule Belanda berseragam resmi Pandu rapi mentereng. Mereka membawa kantong berisi permen dan kue yang kemudian dibagikan kepada anak-anak yang sedang duduk, termasuk aku.
Mereka memberi permen sambil mencibir angkuh, ketawa-ketiwi seperti merasa jijik kepada kami semua. Kemudian kami diharuskan menonton anak-anak Belanda itu bernyanyi dan kami harus bertepuk tangan untuk mereka. Aku merasa sangat terhina. Itulah latihan kepanduan yang pertama dan yang terakhir aku ikuti. (*)
.
Penulis: Antonius Sutedjo
Penyunting: Veronica K & SR Kristiawan

Tinggalkan komentar