SIAPAKAH OMPA?
(Sekedar Kata Pengantar)
Sejak kelahiran cucunya yang pertama, ayahku, ayah juara satu, Antonius Sutedjo, menyebut dirinya dengan sebutan OMPA. Sejak itu kami sekeluarga besar memanggilnya juga dengan nama panggilan tersebut. Menurutnya, OMPA adalah singkatan dari “Om dan Papa”. Tentu saja karena saat itu ia merasa dirinya masih terlalu muda untuk dipanggil opa.
Lahir di kota Malang lima tahun delapan bulan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia ia menghabiskan masa kanak-kanaknya di kota Malang, Mojokerto, Jombang, Solo hingga Wonogiri. Bercerita kepada anak dan cucunya adalah kegemarannya. Ia bercerita tentang bermacam-macam hal kepada kami. Sebagian besar adalah mengenai peristiwa-peristiwa lucu (kadang sedih) yang dialaminya saat kanak-kanak.
Anak cucu Ompa selalu merasa bahwa cerita-cerita Ompa ringan namun bermakna dalam. Apalagi karena sejarah masa kecil Ompa sangat tidak biasa. Semua yang Ompa alami di masa kecilnya sangat jauh berbeda dengan masa kecil kami dan mungkin juga Anda Bukan hanya karena rentang waktu yang berbeda, tetapi memang nasib dan masa kecil Ompa tidak dialami setiap orang. Semoga nanti pembaca akan mengerti setelah membaca beberapa cerita si Ompa..
Awalnya Ompa tidak pernah berpikir untuk menuliskan kisah-kisah ini. Hanya setelah mendapat dorongan semangat dari Utie dan juga anak cucu. Ompa bersedia menuliskan penggalan-penggalan pengalaman hidupnya tersebut.
Satu hal yang mengagumkan bagi kami adalah kehebatan daya ingat dan memori Ompa akan masa kecilnya. Padahal saat Ompa menuliskan cerita-cerita ini Ompa sudah berusia 75 tahun. Sejak dulu kami memang berpendapat bahwa Ompa adalah seorang pengamat dan pemerhati yang baik. Tapi untuk bisa menyimpan dan menceritakan kembali sedetil yang Ompa lakukan ini, tidak semua orang mampu, Ompa mendapatkan karunia Tuhan yang luar biasa.
Di blog ini dengan gaya penulisan seolah-olah ia sedang bertutur cerita pada anak dan cucunya, Ompa menuliskan lebih dari 50 cerita pendek, seluruhnya adalah kisah nyata, yang diketiknya sendiri pada waktu senggangnya.
Selamat membaca, semoga terinspirasi.
SR Kristiawan



Agustus 13, 2015 at 08:06
Inspiring true story… ! Thanks Ompa.
SukaDisukai oleh 1 orang
Agustus 17, 2015 at 10:32
Terima kasih OMPA sudah bersedia berbagi cerita hidup dan pelajaran hidup yang mahal dan sangat berharga. Ini warisan sangat berharga untuk anak cucu, dan untuk setiap orang yang membaca. Terima kasih sudah menginspirasi.
Happy writing OMPA 🙂
SukaDisukai oleh 1 orang
Agustus 17, 2015 at 15:27
Thanks so much Nano. God bless you.
~Ompa
SukaSuka
Agustus 20, 2015 at 09:24
Alhamdulillah hebat ya pengalaman 0MPA bisa buat sejarah keluarga dan teman sejawat..berbagi pengalaman yg sangat menarik..•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶.
SukaDisukai oleh 1 orang
Oktober 15, 2015 at 17:57
Salam kenal Ompa, senang membaca tulisan penuh kehangatan.
SukaSuka
November 26, 2015 at 09:28
Syalom ompa… Thanks pak “diamond” SrKristiawan sudah ngelike poto di instagram sehingga mengantarkan saya pada blog ceritasiompa yang yang penuh inspirasi. Melihat wajah ompa di photo ini sdh mampu menularkan kebahagiannya ke saya. Gbu Ompa.
SukaSuka
November 28, 2015 at 12:08
Sama-sama ibu, semoga terberkati..
SukaSuka